Monday, 18 September 2017

ODOP IN MY PERCEPTION AND MY EXPECTATION

Pagi Angkasa!
Izinkan aku sedikit bercerita tentang teman baru ku ODOP. Aku mengenalnya beberapa waktu yang lalu dari postingan seorang teman di sebuah group kepenulisan. Ku baca pelan-pelan dan ku coba pahami setiap kata-kata yang tertera di postingan itu. Aku bertanya pada diri sendiri, sanggupkah diri ini menjadi bagian dari ODOP (One Day One Posting)? 

Diantara keraguan itu aku teringat dengan sebuah quote,
Never put any limitation since you want to start something, but if you have done you know your limitation.
Quote ini menguatkan tekad ku untuk akhirnya memutuskan join dengan mengisi form pendaftaran, sambil mereview kegiatan harian ku dan mencoba memanage waktu ku menjadi lebih baik lagi. Jika akhirnya diriku mendapat kesempatan bergabung disana, mudah-mudahan diri ini telah siap dengan segala aturan mainnya. Aku juga sudah membayangkan bagaimana hari-hari ku akan dikejar-kejar dengan setoran tulisan nantinya :D, kalau setoran ODOJ sich tinggal baca saja, lalu lapor deh. Nah ini setorannya literasi bro and sis, hihihi. Bismillah...kudu siap, insyaAllah bisa!


Sunday, 3 September 2017

MUSLIMAH PRODUKTIF ITU, KITA

Kamukah orang yang mau berdaya?
Menjadi produktif merupakan keinginan semua orang, namun tidak semua orang tahu gimana dan bagaimana caranya untuk bisa menjadi lebih produktif.

Hal pertama kali yang perlu dilakukan oleh seorang muslimah untuk bisa produktif adalah MENGENALI DIRI.



Pepatah bilang "tidak kenal, makanya tidak sayang". Jika sudah tidak sayang tidak diperhatikan donk, hehehe. Jika sudah demikian gimana mau menarik perhatian dan melakukan gebrakan, right? :)


Sunday, 18 June 2017

ALLAH IS THE BEST PLANNER (Part 4)

How is the heart?
Was it still with dew?
That bowed tawadhu in the tops of leaves.
Was it still rock?
That stands strong to face the wave test...

How are you faith? Did it still like a star?
The bright light of life,
How are you brothers/sisters?
May Allah always protect and keep ourselves, our hearts, and our faith today and forever...

“I don’t want to sit around and hope good things will happen.
I want to make them happen. I want to be in control of my own destiny.”
(Drew Barrymore)

Langit terlihat begitu indah, bintang bertaburan, berkedip-kedip di angkasa. Cahaya lampu juga menambah keindahan kota. Aku tatap pesona malam dari dalam taxi, Jakarta begitu indah di malam hari, dan mungkin setiap malam begitu, namun aku tidak pernah memperhatikannya. Malam itu adalah malam terakhir a heart serena seminar by Sh. Riad Ouarzazi, aku pulang dengan sebuah harapan baru, dan suasana hati yang baru. esok adalah babak baru untuk kehidupan yang lebih baik, insya’Allah.

ALLAH IS THE BEST PLANNER (Part 3)

Oh Allah,
If my intended action is better for my religion and my faith,
For my life and my death,
For this world and the next,
Then make it destined and easy for me,
 And give me Your blessing for it.

Alarm cell phone ku berbunyi menunjukkan jam sudah pukul 3 pagi. Mataku masih begitu mengantuk karena kelelahan, yeah lelah menangis. Sh.Riad Ouarzazi membuat para audience selalu pulang dengan mata sembab dan bengkak. Namun aku harus bangun, jika terus tidur berarti syaithan menang, donk. Kalau aku masuk dalam jebakan syaitan, berarti tidak ada gunanya aku ikut seminar a heart serene nya sh. Riad. “Alhamdulillahil ladzi ahyana ba’da ma amatana wailaihin nusyur” (Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit). Ayo bangun, teriak hatiku. 1 2 3 bangunnnnn…….!!! Hahaha… yel-yel dari sh. Riad yang satu ini begitu melekat, namun aku selalu memodifikasinya dari 1 2 3 you’r rock menjadi 123 you’r right, and sekarang jadi, 1 2 3  wake up :D

Aku bangun dengan mata setengah terpejam, aku keluar kamar menuju tempat wudhu.
Rasulullah bersabda, "Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dengan tiga tali ikatan dan syaitan mengikatkannya sedemikian rupa sehingga setiap ikatan diletakkan pada tempatnya lalu (dikatakan) kamu akan melewati malam yang sangat panjang, maka tidurlah dengan nyenyak. Jika dia bangun dan mengingat Allah maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudhu' maka lepaslah tali yang lainnya dan bila ia mendirikan shalat lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tidak melakukan seperti itu, maka pagi harinya jiwanya merasa tidak segar dan menjadi malas beraktifitas" (Bukhari).


ALLAH IS THE BEST PLANNER (Part 2)

“O ye who believe! Observe your duty to Allah. And let every person look to what he has sent for the morrow, and fear Allah. Verily, Allah is All-Aware of what you do.”
 (Qs. Al-Hashr, 59:18)

Have you weighted your deeds lately?
When Sh. Riad asked audients above question, aku langsung teringat apa yang terjadi pada diriku di akhir tahun lalu. Pertanyaan itu adalah pertanyaan yang sama yang aku tanyakan pada diriku ketika dokter memutuskan bahwa aku harus di operasi.

25 Desember 2011, aku ke Penang, Malaysia. Awalnya kami berencana hanya sepuluh hari saja disana. Dan niatku pergi hanya menemani orang tua untuk chek up, namun sesampai disana justru aku nya yang dinyatakan sakit dan harus di operasi. Seumur hidup aku belum pernah di opname di rumah sakit. Bila aku sakit; flu, deman, sakit kepala, atau sakit perut, aku jarang ke dokter, aku lebih suka pengobatan alami. Aku lebih suka minum air putih yang banyak, mengambil istirahat yang cukup, dan mengkonsumsi buah-buahan dan makan makanan yang berfungsi sebagai antibodi. kalau demam misalkan, aku lebih suka minum juice jambu biji (guava). Intinya aku benci obat-obatan dan hal-hal yang berbau rumah sakit, dan itu pula sebabnya ketika semua teman-temanku dulu memilih Fakulatas Kedokteran sebagai pilihan pertama mereka saat kami test masuk perguruan tinggi, aku malah memilih Teknik Pertanian sebagai pilihan pertama ku.


ALLAH IS THE BEST PLANNER (Part 1)

Allah has a plan for your life.
The enemy has a plan for your life.
Be ready for both.
Just be wise enough to know which one to battle,
and which one to embrace.

21 Mai 2012. Saat itu pagi baru saja merekah di angkasa. Ku buka pintu kamarku dan ku sibak gorden jendela, agar cahaya mentari bisa bertamu di kamarku, ku sapu lantai kamar kostku dan kemudian ku baca dzikir pagi. Tak ada agenda istimewa hari itu, selain mencuci baju, membaca buku, menulis, dan browshing sebelum cooking. Namun tiba-tiba hatiku berbisik, “buka facebook mina”. Aku cukup terkejut membaca sebuah status, “First day in Jakarta…” ku kecek mataku khawatir salah baca, kubenarkan posisi dudukku, dan benar, aku tak salah baca, itu status dari sh Riad Ouarzazi, dan hari itu hari pertamanya di Jakarta.

Aku review kembali ingatan ku, yeah, aku pernah bertanya pada beliau, kapan akan datang ke Indonesia, dan beliau mengatakan, “in May Insya’Allah.” Ku lihat kalender dindingku, benar ini bulan May, kata hatiku. Hari itu aku sibuk menghubungi siapa saja yang bisa ku tanya untuk mengakses informasi seminar sh. Riad Ourzazi, Alhamdulillah seorang ikhwan/laki-laki dari Malaysia, yang baru saja ku kenal hari itu via facebook (karena sama-sama memberi komentar di statusnya sh Riad) memberiku arahan dan link yang sangat membantu, dan akhirnya aku bisa berinteraksi dengan Almahgrib Indonesia. Singkat cerita aku bisa mendaftarkan diri untuk berpartisipasi di acara tersebut via email.


Saturday, 10 June 2017

TEKAD

Perjalanan.
Aku menatap jauh kedepan.
Melihat langit yang terbentang dengan iringan awan yang harmoni
Melambai dengan senyum menawan mengitari bumi.

Setiap kulihat angkasa.
Selalu ada getar rindu yang terasa
Seakan sebuah suara menggema, “tunggu aku disana”

Hingga hari ini, aku belum tau itu suara siapa.
Namun yang pasti,
Aku sedang menyiapkan amunisi
Amunisi untuk terbang tinggi.
Melanjutkan kembali perjalanan yang sempat tertunda
Merealisasikan kembali mimpi lama yang sempat terlupa.
Dengan semangat di dada
Dan tekad kuat dalam hati.