Monday, 5 September 2016

MENTAL dan BANTAL

Sekilas kata "mental dan bantal" terdenger kembar. Jika dilihat dari sisi hurufnya kedua kata tersebut memiliki jumlah huruf yang sama, yakni sama-sama terdiri dari 6 huruf. Namun jika dilihat dari maknanya, sungguh jauh berbeda, walau begitu keduanya bisa saling melengkapi dan mempengaruhi.


Mental itu abstrak wujudnya, namun bisa terlihat dari sikap.

Ia menjadi faktor penentu keberhasilan seseorang dalam segala hal.

Ia wujud dari sebuah keberanian untuk melangkah, atau mengambil resiko dalam lembaran-lembaran kehidupan.

Ia menjadi ukuran seberapa lama seseorang mampu bertahan dalam tekanan, dan seberapa jauh ia mampu melompati tiap rintangan.

Lantas bagaimana dengan bantal?
Engkau bisa dengan mudah melihat wujudnya dengan mata terbuka.

Ia menjadi teman setia ketika lelah menerpa. Ia tidak sekuat mental kesannya, namun ia menghadirkan kelembutan yang menenangkan dan menjadi obat pelepas penat setelah beraktivitas seharian.

Tahukah kamu guys...walaupun keduanya berbeda, mereka saling mempengaruhi dan melengkapi. Kamu butuh mental untuk menghadapi hal-hal sulit dalam hidup mu, namun kamu juga butuh bantal untuk melepas lelah jiwamu disaat-saat tertentu. Disinilah pengaruhnya. Jika mental mu buruk, pikiran mu pun memburuk, dan karenanya kamu menjadi stress. Jika sudah stress selembut apapun bantal engkau tidak bisa tidur nyenyak juga. Sewangi apapun bantal tak bisa membuat mu terlelap.

Sebaliknya jika mental mu baik, maka akan lahir pikiran-pikiran yang baik. Kamu menjadi tenang, dan tidur mu pun menjadi nyenyak. Ketika engkau terbangun, bukan hanya jiwa mu yang fresh, namun juga fisik mu terasa bugar :)

So milikilah keduanya. Karena kamu membutuhkan keduanya diwaktu yang sama maupun berbeda.

Met pagi...
Ucapkan terimakasih pada bantal mu.
Dan semangat bergerak pada mental mu.

Have a great day!


No comments:

Post a Comment