Posts

BUKAN PEREMPUAN BIASA

Image
Ia anak ke lima dari tujuh bersaudara. Besok, 16 April 201 4 , ultahnya yang ke 5 7 tahun, namun begitu ia masih terlihat cantik dan energik. Masih jelas dalam ingatanku, kala ia bercerita tentang masa kecilnya dulu. Sewaktu SD ia sering ke sekolah tanpa dibekali uang jajan oleh orang tuanya. Ketika waktu istirahat tiba, ia hanya bisa duduk di kelas membaca buku, dan melihat anak-anak yang lain berlarian ke kantin untuk jajan. Sering juga, ia diminta tolong oleh teman-temannya untuk membeli jajanan mereka. Jika teman itu baik, terkadang ia juga diberi makanan tersebut, namun jika tidak, ia hanya sekedar membelikan saja. Pulang sekolah bagi mereka anak-anak dari keluarga sederhana sepertinya, sering menghabiskan waktu memetik buah asam jawa sepanjang perjalanan pulang untuk dibuat manisan. Ia bercerita dengan raut wajah ceria mengenang masa kecilnya, walau ada haru dalam diriku mendengar cerita itu. Sungguh! Berbeda dengan masa kecilku ketika sekolah di Madrasah Ibtidayah dulu. Aku bi...

PERJALANAN MIMPI-MIMPI

Image
Kali ini saya ingin menulis tentang mimpi, agar diri ini senantiasa ingat bahwa mimpi adalah salah satu amunisi untuk terus bergerak. Dream. Lima huruf ini merupakan kata sederhana, namun kata tersebut memiliki effek yang luar biasa dasyatnya bagi setiap anak manusia. Saya baru mengenalnya ketika duduk di kelas enam MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri). MIN setingkat dengan SD, bedanya, sekolah MIN pelajaran agamanya lebih banyak dan ada pelajaran Bahasa Arabnya juga.  Waktu itulah saya mengenal kata itu “mimpi” ketika seorang guru bercerita tentang negara-negara di Luar Negeri saat pelajaran IPS, negara-negara maju dengan kehidupan yang makmur. “Bermimpilah kalian kesana” ucap sang guru. “Pergi, lihat dan belajarlah di negeri orang, kemudian jadikan negeri kita semakmur mereka bahkan lebih dari mereka, sebab kita punya segalanya kecuali sumber daya manusia yang berdaya.”   Saat itulah saya tatap langit dengan mata berkaca dari dalam kelas, hati saya bertanya-tanya negara-negara ...

Dari Taxi Ke Partai Politik, Katanya...

Image
Tahun 2014 merupakan tahun yang panas, bukan karena panasnya cuaca, toh di beberapa daerah banjir dasyat melanda, namun panasnya situasi politik karena persaingan menuju senayan dan menjadi penjabat publik semakin kentara di belahan bumi bernama Indonesia. Di media masa perang kata sangat terasa, di dunia maya beragam opini sengit pun tercipta antara haters dan lovers, bahkan di dunia nyata nyawa melayang mulai sering pula jadi berita.  Bagi sebagian orang, partai itu KATANYA tidak penting, hanya sebagai sarana saja, yang penting kerjanya. Partai itu tidak penting, ianya hanyalah alat atau instrument saja. Awalnya saya pikir iya juga, namun sejenak saya renungi kata-kata tersebut. Muncul pertanyaan dalam hati saya, “mungkinkah sesuatu itu tidak penting jika ianya menjadi alat bagi kita dalam mendapatkan apa yang kita butuhkan? Mungkinkah ianya tidak penting padahal tanpa ianya kita tidak bisa meraih apa yang kita cita-citakan? ”